Rabu, Mei 27, 2009

Buku Tabungan - pernikahan

Surti menikah dengan Sutejo. Pada pesta pernikahan, ibu Surti memberinya sebuah buku tabungan.

Di dalamnya berisi tabungan sejumlah Rp 500.000.

Dia berkata, "Surti, terimalah buku tabungan ini. Gunakan sebagai buku catatan dari kehidupan pernikahanmu.
Jika ada satu peristiwa bahagia atau yang bisa dikenang, masukkan sejumlah uang tabungan di dalamnya.
Tulis kejadian yang kamu alami di baris catatan yang ada di sampingnya.
Semakin besar kenangan terhadap peristiwa itu, masukkan uang tabungan yang lebih besar.

Ibu sudah melakukan di awal pernikahanmu ini.. Lakukan selanjutnya bersama Sutejo.
Saat kamu melihat kembali tahun-tahun yang telah berlalu, kamu akan mengetahui betapa bahagianya kehidupan pernikahan yang kamu miliki."

Surti memberitahukan hal ini kepada Sutejo setelah pesta usai.

Mereka berdua setuju bahwa ini adalah ide yang sangat bagus dan mereka tidak sabar menanti saatnya untuk memasukkan tambahan uang tabungan. dalam buku itu.

Ini yang mereka lakukan setelah beberapa waktu :
- 07 Februari : Rp 24.000, perayaan ultah pertama untuk Sutejo setelah menikah.
- 01 Maret : Rp 73.000, gaji Surti naik
- 20 Maret : Rp 49.000, berlibur ke Bali
- 15 April : Rp 492.000, Surti hamil
- 1 Juni : Rp 246.000, Sutejo dipromosikan ...

dan seterusnya ...

Akan tetapi setelah beberapa tahun berlalu, mereka mulai beradu pendapat dan bertengkar untuk hal-hal yang sepele.

Mereka saling diam. Mereka menyesal telah menikahi orang yang paling buruk didunia ... tidak ada lagi cinta ...
sesuatu yang sangat tipikal di masa ini.

Suatu hari Surti berkata pada ibunya, "Ibu, kami tidak bisa bertahan lagi.
Kami setuju untuk bercerai.
Saya tidak bisa membayangkan bagaimana saya telah memutuskan menikah dengan orang ini !"

Ibunya menjawab, "Baiklah, apa pun yang kamu ingin kerjakan kalau sudah tidak bisa bertahan.
Tetapi sebelum kamu melangkah lebih jauh, tolong lakukan hal ini.
Ingat buku tabungan yang ibu berikan saat pesta pernikahan kalian?
Ambil semua uangnya dan belanjakan sampai habis.
Kamu tidak bisa terus menyimpan catatan di buku tabungan itu untuk sebuah pernikahan yang buruk."

Surti berpikir bahwa itu benar. Jadi dia pergi ke bank, menunggu di antrian dan berencana menutup buku tabungan itu.

Ketika menunggu, dia melihat catatan yang ada di buku tabungan di tangannya.
Dia melihat, melihat, dan melihat.

Kemudian ingatan akan semua kebahagiaan dan sukacita di masa-masa yang telah lewat muncul kembali di pikirannya.
Air mata menggenang dan berurai di pipinya. Kemudian dia bergegas meninggalkan bank dan pulang.

Ketika sampai di rumah, Surti memberikan buku tabungan itu pada Sutejo, dan memintanya untuk memasukkan sejumlah uang ke tabungan itu sebelum mereka bercerai.

Hari esoknya, Sutejo mengembalikan buku tabungan itu pada Surti.
Dia menemukan tambahan tabungan sebesar Rp 4.230.000 dengan catatan di dalam buku tabungan:

Ini adalah hari dimana saya menyadari betapa saya mencintaimu sepanjang tahun-tahun yang telah kita lewati

Betapa besar kebahagiaan telah kamu bawa untukku.
Mereka berdua berpelukan dan menangis, dan meletakkan buku tabungan itu kembali di tempat semula.

Anda tahu berapa uang yang terkumpul saat mereka pensiun?

Saya tidak bertanya pada mereka.

Saya percaya uang bukan masalah lagi setelah mereka berhasil melalui tahun-tahun yang indah di sepanjang kehidupan pernikahan mereka.

0 komentar:

Posting Komentar

Bagaimana Komentar Anda
U Comment ... I Follow
Berikan komentar anda dalam bentuk Saran/Kritik.
Sedikit atau banyak komentar anda, Penulis akan Following ke URL anda.
Lengkapi URL/identitas anda.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More